Senin, 17 September 2012

Modul Merancang Kandang dan Peralatan SMK

Modul agribisnis ternak unggas
Category ; pendidikan
(MODUL 4) MERANCANG KANDANG DAN PERALATAN (SEMESTER GENAP AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS)
Kandang merupakan salah satu sarana yang penting didalam usaha peternakan, dengan tersedianya kandang maka dapat mempermudah peternak didalam mengelola usahanya. Penyediaan kandang yang baik dan memenuhi persyaratan teknis, baik dilihat dari segi ekonomi dan kesehatan merupakan modal awal keberhasilan dalam berusaha.
Berbicara masalah kandang apa yang anda ketahui tentang kandang, bagaimana bentuk atau tipenya, persyaratan apa yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang, peralatan dan perlengkapan apa saja yang perlu dipersiapan, bagaimana cara merancang atau mendesain kandang dan lain sebagainya.
Agar kita mengerti dan memahami, maka mari kita bahas bersama-sama. Yang dimaksud dengan kandang adalah suatu bangunan kandang yang dibangun menurut desain dan konstruksi yang benar. Dimana semua persyaratan bangunan tersebut , memenuhi standar untuk kehidupan ternak baik itu ternak ayam broiler (pedaging) maupun ayam petelur (layer). Dan yang tidak kalah penting adalah kandang tersebut harus sesuai dengan kondisi alam yang ada. Kandang yang dibangun sebaiknya harus sesuai dengan jenis dan karakteristik ternaknya.
Kandang dan peralatannya mempunyai dwi fungsi, yaitu selain merupakan tempat tinggal bagi ternak ayam, juga merupakan tempat bekerja bagi petani peternak dalam melayani kebutuhan sehari-hari untuk ternak tersebut.
Adapun manfaat kandang bagi ternak dan peternak adalah sebagai berikut :
 Memberi rasa aman dan nyaman bagi ternak yang tinggal didalamnya, terutama untuk menghindarkan dari lingkungan yang merugikan. Contohnya ; hujan yang deras, teriknya sinar matahari, angin yang kencang, gangguan binatang buas, pencuri dan lain sebagainya..
 Tempat untuk istirahat ternak setelah melakukan aktifitas sehari-hari dan tempat bertelur/berproduksi.
 Memberi kesehatan bagi ternak yang berada di dalamnya dan memberikan kehangatan diwaktu malam hari.
 Memudahkan peternak dalam pengawasan/pengontrolan apabila ada ternak yang sakit.
 Dan lain-lain.
1. Mengidentifikasi Kandang dan Peralatan Persyaratan kandang
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang, antara lain :
Aspek Ekonomi
Dalam membangun kandang ternak harus memperhatikan aspek ekonomisnya, yang dimaksud disini adalah kandang yang dibangun tidak terlalu mahal, tetapi diusahakan semurah mungkin, tetapi masih memenuhi persyaratan teknis. Yaitu ternak akan betah tinggal didalam kandang dan membuat pertumbuhan ternak yang normal, sehat sehingga akan memberikan hasil yang optimal.
Kandang yang dibangun dengan biaya mahal belum tentu memenuhi persyaratan teknis. Dan bahkan akan sulit untuk mendapatkan keuntungan, karena biaya investasinya yang besar. Pada intinya dalam setiap usaha perternakan adalah untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu dalam membangun kandang harus benar-benar memperhatikan aspek ekonomisnya. Berapa perkiraan umur ekonomis kandang ternak yang akan dibangun tersebut dan perlu anggaran biaya berapa ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu pengkajian yang lebih mendalam.
Aspek Sosial
Karena masing-masing ternak mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainya dan kotoran atau limbahnyapun mempunyai ciri kas masing-masing, sehingga dalam penanganannyapun harus disesuaikan dengan karakteristik limbahnya. Misalnya bau limbah atau kotoran ayam broiler (pedaging) akan berbeda dengan kotoran atau limbah dari ayam petelur. Dengan mengacu hal tersebut diatas maka dalam membangun kandang sebaiknya harus memperhatikan aspek sosialnya. Jangan sampai dengan adanya atau berdirinya suatu usaha peternakan ayam warga atau masyarakat sekitar justru terasa terganggu.
Gangguan tersebut bisa karena adanya kerusakan jalan , kebisingan suara akibat lalu lalangnya kendaraan yang lewat untuk mengangkut sarana dan prasarana seperti: pakan, obat-obatan, vitamin, hasil atau produk dari suatu peternakan. Bau yang menyengat hidung seperti bau kotoran yang bercampur dengan sisa-sisa pakan dan tumpahan air minum, terlebih-lebih bila kotoran atau limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, dianjurkan pada saat membangun kandang sebaiknya agak jauh dengan tempat/rumah penduduk sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak negatif akibat limbah/kotoran ternak yang kita usahakan.
Aspek teknis
Lokasi Kandang  Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan jalan, karena mempermudah pada saat pengadaan sarana produksi seperti : pakan dan obat obatan, serta pemasaran hasil ternaknya.  Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan sumber air, karena air merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus ada. Disamping air digunakan untuk kebutuhan air minum ternak, untuk membersihkan kandang dan peralatan dan lain sebagainya. Jangan membangun kandang jauh dari sumber air, karena air merupakan sumber kehidupan bagi ternak tersebut. Tanpa adanya air maka usaha peternakan tidak mungkin akan berhasil  Lokasi kandang sebaiknya jauh dengan keramaian, karena bisa menyebabkan stress bagi ternak unggas tersebut, seperti ayam petelur, ayam pedaging  Dekat dengan sumber makanan
Hampir sebagian besar pengeluaran anggaran biaya di peruntukkan untuk membeli pakan atau konsentrat . Konstruksi  Pondasi Pondasi hendaknya cukup padat dan kuat, karena untuk menahan beban keseluruhan bangunan serta menahan masuknya air hujan kedalamnya.  Lantai Kandang Lantai kandang hendaknya dibuat cukup kuat dan dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dalam pembersihannya. Sedangkan bahan-bahan untuk membuat lantai kandang antara lain: tanah yang dipadatkan, bambu, papan, semen, kawat dan lain sebagainya. Lantai kandang dari bahan bambu, biasanya digunakan untuk kandang panggung ayam. Lantai kandang jenis ini biasanya bambu dibelah disusun berjajar atau dalam bentuk anyaman jarang. Bambu yang digunakan untuk bahan lantai dipilih bambu yang tua, karena bambu yang telah tua akan lebih tahan lama. Lantai kandang dari bahan papan digunakan pula untuk ternak ayam baik itu ternak ayam petelur maupun ayam pedaging. Untuk lantai kandang dari bahan papan dipilih papan dari kayu tertentu yang tahan air. Lantai kandang dari bahan papan disusun berjajar rapat, namun perlu juga dibuat sedemikian rupa sehingga ada celah-celah yang berfungsi untuk mempermudah kotoran atau tumpahan air yang jatuh kebawah atau ketanah. Papan yang dipergunakan untuk lantai kandang tebalnya antara 3-5 cm. Lantai kandang dari bahan semen. biasanya terbuat dari dari adukan pasir, semen dan kapur dengan perbandingan tertentu. Lantai kandang dari bahan ini biasanya tahan lama dan biaya pembuatannyapun mahal. Lantai kandang dari bahan kawat, biasanya digunakan untuk ternak unggas (ayam, puyuh dan lainya). Lantai kandang ini bisa berbentuk anyaman kawat atau dapat pula berbentuk kawat jeruji. Lantai kandang semen paling banyak digunakan untuk kandang ayam postal. Bahan kandang dari campuran semen, pasir dan kapur. Pada kandang ayam petelur ada yang lantainya dari tanah, tetapi sebagian besar dari semen.  Dinding Kandang Yang perlu diperhatikan pada konstruksi dinding kandang adalah dibuat sedemikianrupa sehingga didalam kandang terdapat keadaan yang segar dan nyaman dan cahaya matahari dapat masuk didalam ruangan kandang. Konstruksi dinding kandang ternak dibuat sesuai dengan jenis dan karakteristik ternak yang dipelihara serta tujuan dari usaha tersebut. Sedangkan bahan untuk dinding kandang dapat terbuat dari tembok, papan, bambu, kawat, ram dari bahan plastik nilon dan lainnya.  Atap Atap kandang berfungsi untuk menghindarkan panas dan hujan. Atap kandang diusahakan dari bahan yang awet, memberi kehangatan bagi ternak pada waktu malam hari. Atap kandang dapat menggunakan genting, seng, asbes, rumbia, ilalang maupun ijuk. Gunakan bahan atap kandang yang harganya murah,
mudah didapat, tahan lama, panas matahari dapat ditahan dengan baik, sehingga tidak langsung mempengaruhi panas ruangan kandang. Apabila atap kandang dari bahan seng gunakanlah seng yang bergelombang, begitu pula konstruksi kandang harus tinggi agar panas tidak langsung mempengaruhi ternak yang tinggal didalamnya. Atap kandang dari bahan rumbia dan ilalang pemasangannya kurang praktis dan tidak tahan lama, sehingga jarang digunakan oleh peternak yang skala usaha besar. Akan tetapi sering dijumpai dilapangan yaitu pada petani peternak yang skala usahanya kecil.
Syarat Kandang dari Segi kesehatan
Letak Kandang
Untuk menghindari penyebaran suatu penyakit, maka kandang induk, dara dan anak sebaiknya dipisahkan, terlebih-lebih untuk ternak unggas seperti ayam. Jarak antar unit kandang, minimal selebar ukuran kandang tersebut.
Ventilasi
Kandang harus cukup terbuka untuk keluar masuknya udara. Dengan dapat diciptakannya pertukaran udara yang baik maka di dalam kandang akan selalu terdapat udara yang segar, bersih dan sehat. Ventilasi kandang yang sempurna sangat menguntungkan bagi ternak yang tinggal didalam kandang, karena ventilasi bermanfaat untuk mengeluarkan udara kotor dari dalam kandang dan menggantikan udara yang segar dari luar kandang.
Sinar Matahari
Letak kandang diusahakan sedemikian rupa, sehingga sinar matahari dapat leluasa masuk ke dalam kandang. Sinar matahari yang paling baik bagi ternak adalah sinar matahari pagi. Oleh karena itu bagian kandang yang terbuka sedapat mungkin menghadap kearah masuknya sinar matahari pagi. Sinar matahari pagi banyak mengandung sinar lembayung (ultraviolet) . Sinar matahari pagi sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak, karena dapat membantu proses pembentukan vitamin D, dan dapat membunuh bibit penyakit.
Kelembaban
Kelembaban dalam ruangan kandang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ternak yang tinggal didalam (terutama ternak unggas seperti ayam).Kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan ternak menderita suatu penyakit pernafasan. Kelembaban yang tinggi dalam kandang bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain ; dari badan ternak itu sendiri, kotoran dan air kencing, percikan air minum pada
saat ternak minum dan sebagainya. Kelembaban juga akan berpengaruh terhadap perkembangan bibit penyakit, apabila kelembaban yang ada cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan suatu penyakit, maka populasi bibit penyakit dapat meningkat. Dengan meningkatnya populasi bibit penyakit, maka kemungkinan besar ternak terserang penyakit semakin besar, apalagi kondisi fisik ternak dalam keadaan menurun.
Hujan dan Angin Kencang
Kandang hendaknya terjaga dari pengaruh hujan dan angin kencang sebab kemungkinan air hujan akan masuk kedalam kandang atau angin kencang dapat menyebabkan bangunan kandang roboh. Untuk itu perlu dipikirkan mengenai kekuatan bahan dalam konstruksi dan kemungkinan air masuk kedalam kandang dihindari.
Pohon Pelindung
Untuk memperoleh udara segar, maka sedapat mungkin disekitar kandang ada pohon pelindung. Selain dari itu pohon pelindung dapat juga menahan angin kencang, sehingga kandang tidak menahan angin secara langsung. Namun demikian pepohonan harus selalu dijaga jangan sampai membahayakan bagi keselamatan kandang dan peternak.
Peralatan dan Perlengkapan Kandang
Peralatan yang diperlukan didalam pemeliharaan ayam baik itu ayam broiler maupun ayam petelur adalah sebagai berikut :
Tempat pakan
Tempat pakan yang dipergunakan untuk memelihara ternak ayam broiler dapat dibuat dari box kerdus bekas tempat DOC, yang sebelum di potong bagian sisi-sisi sampingnya, tempat pakan dari bahan plastik yang berbentuk bulat ataupun tempat pakan yang terbuat dari bahan plastik yang bulat juga buatan pabrik. Disamping itu ada pula tempat pakan yang dibuat dari bambu atau pipa pralon yang dibelah jadi dua, tempat pakan seperti itu sering dijumpai si perusahaan peternakan.
Ada beberapa macam jenis tempat pakan yaitu : ada yang manual dan ada pula yang otomatis. Tempat pakan manual diantaranya: tempat pakan memanjang (long feeder), tempat pakan bundar (round feeder), dan tempat pakan nampan (tray feeder). Tempat pakan yang berbentuk nampan pada umumnya digunakan pada saat minggu pertama. Sedangkan tempat pakan otomatis misalnya:Chain feeder.
Gambar 162. Tempat pakan dari bok kerdus bekas
Sumber: VEDCA
Tempat minum
Tempat minum hampir sama dengan tempat pakan, baik itu pembuatannya maupun bahan untuk membuatnya. Tempat minum penempatannya biasanya berdekatan dengan tempat pakan. Dalam membuat tempat minum usahakan sedemikian rupa sehingga mudah untik dibersihkan.
Tempat minum ini juga sama seperti tempat pakan ada yang manual dan ada yang otomatis. Tempat minum manual seperti long drinker atau round drinker. Sedangkan tempat minum otomatis dengan bentuk menyerupai bel (automatic bell drinker), Nipples, drink cups, hanging automatic waterer.
Gambar 163. Tempat minum
Sumber VEDCA
Bak penampungan air
Bak pemampungan air pada umumnya dibangun atau diletakkan dekat dengan kandang. Dan berfungsi untuk menampung air bersih, air tersebut digunakan untuk minum ternak, untuk mencuci peralatan dan perlengkapan kandang dan lain-lain.
Bak penampungan air dapat dibuat permanen ataupun dapat pula berupa drem, tower air. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekeruangan.
Gambar.164. Tempat penampungan air
Sumber VEDCA
Gudang pakan
Gudang pakan sebaiknya dibangun dekat kandang, dengan harapan untuk mempermudah pengangkutan apabila diperlukan. Gudang pakan berfungsi untuk menyimpan pakan baik itu konsentrat maupun pakan lainnya. Sebaiknya gudang pakan yang dibangun harus memenuhi persyaratan, agar pakan yang disimpan tidak cepat rusak (berjamur, berlendir dan penurunan kualitas pakan )
Gambar 165. Gudang pakan
Sumber: VEDCA
Alat-alat kebersihan
Ada beberapa macam alat kebersihan yang dipergunakan untuk membersihkan kandang antara lain : cangkul, sekop, garpu, kereta dorong, sabit, sapu, sikat, ember dan lain sebagainya. Cangkul, sekop, garpu, sapu dan kereta dorong dapat dipergunakan untuk membersihkan kotoran ternak untuk dikumpulkan di tempat penampungan kotoran (tempat pembutan kompos). Sedangkan sabit dapat dipergunakan untuk membabat rumput disekitar kandang, agar lokasi kandang bebas dari hama dan penyakit.
Saluran air
Saluran air pada umumnya dibuat ditepi kandang, berfungsi untuk mengalirkan air kencing, air bekas memandikan ternak, air bekas mencuci kandang, dan air hujan, agar supaya kandang tidak menggenang di kandang dan sekitarnya. Air yang menggenang merupakan media yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit penyakit. Air kencing dan air dalam kandang dan diluar kandang sebaiknya dialirkan ke lahan rumput, karena air tersebut banyak mengandung hara yang sangat baik untuk tanaman.
Tempat penampungan kotoran (tempat kompos)
Agar kotoran ternak/ limbah ternak tidak mencemari lingkungan sekitar, baik pencemaran air maupun bau yang tidak sedap, maka kotoran atau limbah tersebut perlu dikelola dengan baik. Tempat untuk mengelola kotoran atau limbah ternak tersebut dapat dibuatkan tempat penampungan kotoran( tempat kompos). Kotoran ternak atau limbah ternak dapat dikelola menjadi kompos, sedangkan waktu yang diperlukan untuk memproses kotoran atau limbah ternak menjadi kompos kurang lebih 3 bulan.
Tangga kandang
Tangga ini khusus untuk kandang model panggung dan biasanya menempel didepan pintu masuk kandang. Tujuannya untuk mempermudah tenaga kerja masuk dan keluar dari kandang. Tangga ini dibuat agak landai dan bertratak.
Tempat bertengger (untuk ayam)
Didalam kandang ternak ayam petelur yang dipelihara dengan sistem kandang postal sebaiknya tepat bertengger. Tempat bertengger ayam bisa dari bahan bambu atau kayu, yang ditempatkan dipinggir dalam kandang. Tempat bertengger biasanya digunakan untuk tidur ayam pada saat malam hari. Ayam-
ayam yang tidurnya bertengger diatas biasaya lebih tahan penyakit, karena ayam tersebut mendapatkan udara sehat. Tempat bertengger ayam tidak perlu ada pada kandang ayam pedaging.
Tempat bertelur atau sangkar
Ayam pada saat akan bertelur biasanya akan mencari tempat untuk bertelur, dimana bila tempat tersebut dirasa aman oleh ayam, barulah ayam tersebut bertelur. Tempat bertelur ayam sering disebut sangkar, dengan adanya sangkar maka akan mempermudah peternak untuk memungut telur. Disamping itu dengan adanya sangkar telur lebih aman dan tidak pecah. Sangkar ayam pada umumnya diletakkan disudut –sudut dalam kandang, dan sangkar tersebut bisa terbuat dari jerami atau rumput kering yang dibuat melingkar (bulat) atau kotak.
Gudang alat
Demi amannya alat - alat peternakan khususnya dalam pemeliharaan unggas setelah digunakan, perlu adanya gudang alat. Gudang alat di setiap perusahan peternakan, pasti mempunyai, karena fasilitas ini sangat penting. Gudang alat pada umumnya dibangun tidak jauh dari kandang, karena untuk mempermudah pekerja untuk mengambil dan mengembalikannya.
Tempat telur
Tempat telur atau sering disebut egg tray adalah tempat yang diperlukan untuk menampung telur dari kandang pemeliharaan. Agar telur-telur hasil panen tidak pecah. Setelah telur diambil dari kandang kemudian ditempatkan pada egg tray lantas dibawa ke gudang dan diseleksi
Gambar 166. Tempat telur/egg tray
Sumber VEDCA
Gambar 167. Tempat Telur Dari Kotak Kayu
Sumber: Gustindo Layer Farm
Alat pemanas
Alat pemanas dipergunakan pada saat ayam masih kecil, yaitu pada saat ayam berumur kurang dari 15 hari. Alat pemanas digunakan dengan tujuan untuk menjaga agar anak ayam tersebut tidak kedinginan.Karena pada dasarnya anak ayam masih memerlukan induknya pada saat kondisi cuaca dingin. Ada beberapa macam alat pemanas yang umum dipergunakan didalam pemeliharaan anak ayam yaitu diantaranya: lampu bohlam, tungku batu bara atau tungku serbuk gergaji, gas solek dan semawar.
Gambar 168. Alat pemanas dengan bahan batubara
Sumber VEDCA
2. Merancang Kebutuhan Kandang dan peralatan ayam pedaging (broiler)
Berhasil tidaknya usaha ayam pedaging dipengaruhi oleh kandang yang tersedia dan cara pengelolaannya . Agar ayam pedaging yang diusahakan berhasil dengan baik, maka tata letak kandang sebaiknya di atur dengan ketentuan-ketentuan yang bisa memberikan jaminan higienis, sehingga penyakit bisa di hindarkan atau paling tidak bisa diminimalisir. Sebagai pedoman letak antar kandang minimal 6-8 meter.
Ada dua sistem lantai kadang ayam pedaging yaitu lantai kandang rapat dan lantai kandang renggang. Pada lantai kandang rapat biasanya lantai dasarnya tanah atau semen. Sedang lantai kandang renggang adalah lantai kandang dengan sistem panggung.
Keuntungan lantai kandang panggung adalah kandang/lantai selalu bersih, bulu ayam kelihatan cerah, dan angin/amoniak tidak terhisap langsung oleh ayam, karena kotorannya jatuh ke tanah. Sedangkan kelemahannya adalah biaya relatif mahal, dan kakinya ayam bisa terjepit sehingga kaki ayam bengkak dan bisa mengakibatkan sakit yang akhirnya ayam bisa mati
Ukuran kandang untuk ayam pegading permeter persegi kurang lebih 10 ekor, tergantung dari umur panen ayam.
Ayam pedaging pada umumnya dipelihara secara intensif, yaitu ayam selalu dikandangkan. Adapun syarat-syarat kandang yang baik adalah :
 Dinding kandang dapat terbuat dari papan, bilah bambu, ram kawat. Dinding kandang tidak perlu rapat, hal ini dimaksudkan untuk keleluasaan pertukaran / sirkulasi udara dalam kandang.
 Arah kandang membujur timur- barat. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu kepanasan , akan tetapi pada pagi hari masih dapat memperoleh sinar matahari.
 Tinggi tiang tengah ke atap minimal 3 meter dan tiang tepi minimal 2 meter.
 Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas matahari atau angin.
Sedangkan bentuk atap kandang untuk pemeliharaan ayam pada umumnya: miring, kedua sisi miring, monitor dan semi monitor. Type kandang yang umumnya digunakan untuk memelihara ayam adalah sistem: open house (kandang sistem terbuka) dan kandang close house (kandang sistem tertutup).
Untuk peralatan yang digunakan untuk pemeliharaan ayam broiler atau ayam pedaging adalah : tempat pakan,tempat minum, alat pemanas, termometer,tirai kandang, litter dan pagar pembatas / penyekat (Chick Guard). Pagar pembatas/ penyekat Chick Guard pada umumnya dari bahan seng. Mengapa dipilih dari bahan seng, karena bahan dari seng dapat menghantarkan panas.
Pada saat akan merencanakan pembangunan kandang untuk ternak ayam pedaging sebaiknya dibuat berdasarkan sifat dan karakteristik ayam tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:
 Ukuran kandang lebarnya 6-8 m dan panjang sesuai kebutuhan, dengan maksud agar mudah pada saat pengawasan.
 Kandang dibuat dengan sistim alas litter dengan dipakai alas sekam, serbuk gergaji atau bahan lain yang dapat digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya lepuh atau lecetnya pada dada ayam tersebut, karena daging pada bagian dada merupakan bagian yang paling menarik dan karena pada bagian tersebut timbunan daging atau perototan.
 Dinding kandang harus sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia yang mempunyai iklim panas dan juga harus memperhatikan faktor ekonomi. Dinding kandang yang terbuka sisi kanan dan kiri harus ditutupi oleh kawat ram, agar supaya burung-burung liar tidak dapat masuk kedalam kandang. Burung-burung tersebut dapat menyebabkan atau membawa sumber berbagai penyakit. Disamping itu juga akan menambah biaya pakan, karena burung tersebut ikut memakan pakan yang dipersediakan untuk ayam.
 Ukuran konstruksi kandang, sisi terendah maksimal 3-4 meter dan sisi tertinggi maksimal 6-8 meter
Tipe dan sistem kandang.
Ada beberapa macam tipe kandang untuk pemeliharaan ayam pedaging yaitu : kandang terbuka atau disebut open house, kandang terbuka bagian depan, kandang dengan dinding tirai, kandang tertutup (close house) dan lain-lain
Tetapi untuk kondisi di negara Indonesia yang merupakan negara iklim tropik maka tipe kandang yang paling sesuai adalah tipe open house, dengan menggunakan sistem litter atau slat. Adapun bentuk atap kandang ada beberapa macam diantaranya : miring, kedua sisi miring, monitor dan semi monitor
Gambar 169. Kandang Ayam Pedaging
Sumber: VEDCA
Kepadatan kandang dan temperatur kandang
Untuk menjamin agar temperatur didalam kandang sesuai dengan ternak yang dipelihara maka temperatur kandang diusahakan antara 18-21 0 C. Oleh karena itu untuk daerah iklim panas perlu adanya
ventilasi udara. Peralatan atau perlengkapan kandang yang berupa blower atau kipas angin sangat baik untuk mengurangi temperatur kandang yang terlalu tinggi, dan juga dapat dipergunakan untuk menjaga kelembaban didalam kandang .
Kepadatan kandang atau sering disebut kapasitas kandang (density), dalam pemeliharaan ayam broiler atau pedaging harus selalu diperhatikan. Jangan sampai kepadatan kandang pada saat pemeliharaan melebihi kapasitasnya. Apabila pada saat pemeliharaan jumlah ayam persatuan luas melebihi jumlah yang dianjurkan maka dapat menyebabkan beberapa hal diantaranya : konsumsi ransum berkurang, pertumbuhan terlambat, meningkatnya persentase kematian atau angka mortalitas, meningkatnya angka kanibalisme (saling mematuk) dan menyebabkan kandang menjadi bau.
Adapun kapasitas kandang pada saat pemeliharaan ayam pedaging sebaiknya : untuk ayam berumur 2 minggu pertama yaitu 40-50 ekor/ m2 dan untuk ayam berumur diatas 2 minggu yaitu antara 2 sampai 4 minggu sebaiknya 20-25 ekor/ m2 sedangkan ayam yang berumur lebih diatas 4 minggu adalah 10-12 ekor / m2. Agar supaya pertumbuhan dan perkembangan ayam optimal, maka selama ayam berumur kurang dari 2 minggu anak ayam tersebut sebaiknya dipelihara didalam kandang yang spesifik. Yaitu di dalam kandang brooding (indukan).
Peralatan dan Perlengkapan Kandang
 Tempat pakan ayam misalnya: long feeder, round feeder, chick feeder tray, chain feeder, pan feeder
 Tempat air minum, misalnya: long drinker, bell drinker, nipples drinker, drink cup, hanging outomatic waterer
 Tirai kandang
 Litter/ alas kandang ( bahan dari sekam padi dan serbuk gergaji)
 Chick guard/ pagar pembatas ( diperlukan untuk membuat brooder
 Alat pemanas/ heater, gassolek, semawar dan lain sebagainya . Sebagai sumber panas indukan yang dapat diperoleh di poultry shop. Sedangkan bentuknya ada yang berbentuk bundar dan persegi.
 Alat pemanas yang berbentuk bundar dengan diameter 1,2 meter dapat dipergunakan untuk ayam dengan kapasitas antara 375 - 450 DOC, sedangkan berbentuk persegi dapat untuk kapasitas antara 450 - 525 DOC,di sesuaikan dengan tekanan regulatornya.
Kandang dan Peralatan Ayam Petelur
Ayam petelur atau yang sering layer dapat dipelihara melalui beberapa cara. Pada zaman dahulu pemeliharaan sistem dilepas (Range) yang merupakan pemeliharaan secara ektensif yang merupakan pemeliharaan system lama dimana ayam dipelihara sepanjang waktu diluar kandang tanpa menggunakan fasilitas kandang yang memadai. Kebalikan dari system tersebut adalah pemeliharaan secara intensif yaitu ayam dipelihara didalam kandang sepanjang hari, dengan alasan :
 Lebih mudah dalam management kandang dan intensive untuk pengontrolan.
 Melindungi dari segala macam cuaca (panas, hujan dan angin), predator dan pencurian.
Dengan menggunakan fasilitas bangunan kandang maka akan memudahkan dalam managemen pemeliharaannya. Ada beberapa kombinasi dari model kandang, apa yang akan kita pilih sangat tergantung dari faktor biaya investasi dan kondisi daerah.
 Dapat melindungi kesehatan ayam
 Kualitas dan produksi telur tinggi
 Desain kandang dapat mengefisienkan tenaga kerja.
 Konstruksi bangunan kuat
 Memudahkan dalam membersihkan dan membuang kotoran.
Tipe Kandang
Ada beberapa perbedaan dari type kandang, yaitu : open house (terbuka), dan closed house (tertutup). Tetapi untuk negara Indonesia, type kandang layer yang sering digunakan adalah type open house. Tipe closed housed dewasa ini mabnyak dicoba untuk kandang broiler. Type open house yang ideal harus mempunyai syarat-syarat :
 Bahan kontruksi kandang kuat dan kokoh
 Lebar teras kandang kurang lebih 1 meter
 Ventilasi udara lancar
 Burung, tikus dan predator lainnya tidak bisa masuk kedalam kandang
 Sudut atap lebih dari 25 derajat
 Lebar kandang maximal 9 meter
 Tinggi kandang kurang lebih 3 meter
 Fasilitas desinfektan bagus
 Konstruksi kandang kokoh dan kuat termasuk pintu kandang
 Pohon-pohon sekitar kandang tidak mengganggu aliran udara
 Latai kandang disemen
 Drainase kandang dan sekitar kandang lancar
 Tidak ada rumput atau semak-semak yang panjang disekitar kandang.
Sistem Kandang
Ada beberapa sistem kandang ayam petelur, yaitu diantaranya : system full litter, kombinasi litter/slat, full slat dan cages
2.2.2.1. Sistem full litter
System full litter banyak digunakan dinegara-negara tropis. Kandang type ini lebih rendah biayanya dibandingkan dengan type lainnya. Lantai kandang diberi litter dari bahan sekam padi, kertas koran yang dihancurkan atau serutan kayu. Pada prinsipnya kandang type litter harus dapat mengabsorbsi air yang berasal dari kotoran ayam dan air minum yang tumpah.
Bahan litter yang digunakan ada beberapa macam. Pilihlah bahan litter yang mempunayi sifat-sifat :
 Tidak berdebu
 Harga murah
 Dapat menyerap air
 Mudah didapat
Kombinasi litter dan slat dapat menguntungkan dinegara-negara dimana problem litter basah sering terjadi. Sisitem litter banyak digunakan untuk ayam petelur pada fase starter dan grower.
2.2.2.2. Full slats
System full slats dapat mengurangi problem yang terjadi pada kebanyakan sistem litter yaitu riskan terhadap penyakit cacing dan caccidioss. Namun demikian system lantai dengan menggunakan full slat tidak sesuai untuk broiler parenstock sebab dapat menyebabkan problem pada kaki seperti terluka, melepuh, tergores. Problem lain adalah hasil dari perkawinannya jelek. Kandang sisitem slat banyak digunakan untuk memelihara ayam peterlur breeder.
Keuntungannya dan kejelekannya dari full slat dan full litter.
Full Litter Full Slat  Sesuai untuk semua type ayam  Biaya investasi lebih rendah  Jarang terjadi problem pada kaki  Tingkat kanibalisme rendah  Problem terhadap penyakit cacing dan coccidiosis  Tenaga kerja tinggi  Ada banyak litter  Banyak terjadi floor eggs  Banyak terjadi telur kotor  Banyak terjadi stress terhadap panas  Tidak sesuai untuk broiler parenstock  Biaya investasi lebih tinggi  Sering terjadi problem pada kaki  Sering terjadi kanibalisme  Resiko terhadap penyakit cacing dan coccidiosis rendah  Tenaga kerja rendah  Tidak ada biaya untuk litter  Tingkat resiko terjadi floor eggs rendah  Mengurangi resiko telur kotor  Mengurangi resiko stress terhadap panas
2.2.2.3. Cage system
Kandang sistem “cage” (batterai) banyak digunakan di negara-negara industri terutama untuk memelihara ayam petelur (layer). Sistem ini lebih efisien untuk memelihara ayam petelur (layer), karena: sistim “cage” lebih menghemat pakan, dapat menghemat tenaga kerja (menggunakan peralatan yang serba automatic, seperti automatic egg collection, feeeding, watering dan pembuangan kotoran dan dapat mengurangi resiko terhadap penyakit cacing dan coccidiosis, sebab ayam tidak langsung kontak dengan kotoran. Contoh kandang baterry tertera pada gambar.....
Adapun macam-macam “cages” adalah sebagai berikut : flat desk cages, piramid cages dan manure belt cages.
Keuntungan
 Mengurangi tenaga kerja
 Mengurangi problem terhadap parasit
 Feed consumption lebih rendah (5 gram per ekor per hari)
 Mengurangi jumlah telur yang kotor
 Tidak membutuhkan biaya untuk litter.
Kerugian :
 Biaya investasi cukup tinggi
 Ayam kurang nyaman
Gambar 170. Kandang ayam petelur dewasa
Sumber: Gustindo Layer Farm
3. Menentukan Tipe dan Lokasi
Menentukan Tipe Kandang
Pada saat akan membangun kandang ayam untuk menentukan model atau tipe kandang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : iklim, tujuan produksi, umur ternak, jenis ternak, ketersedian sumber dana dan ketersedian tenaga kerja.
Iklim.
Negara kita Indonesia ini termasuk negara beriklim tropis, maka sebagian besar peternak dalam membangun kandang dengan sistem terbuka, dinding kadang tidak penuh atau kandang tidak berdinding sama sekali.
Tujuan Produksi
Kandang ternak yang dibangun biasanya disesuaikan dengan tujuan produksi. Misalnya kandang untuk ternak yang ayam pedaging akan berbeda dengan kandang untuk ayam petelur.
Umur Ternak
Kandang yang digunakan untuk ternak muda akan berbeda untuk ternak dewasa. Untuk kandang ayam DOC perlu adanya induk buatan /pemanas, sedangkan ayam dewasa tidak perlu. Kandang fase groser berbeda dengan fase layer dsb.
Jenis ternak
Ternak ayam pedaging (broiler) berbeda dengan ayam petelur. Sehingga tipe kandangnyapun akan berbeda, karana tujuan akhir dari usahanyapun berbeda-beda. Ayam petelur hasil akhir atau produk akhir yang diinginkan adalah berupa telur. Sedangkan ayam pedaging tujuan akhir atau produk akhir dari usahanya berupa daging. Sehingga tipe kandangnyapun berbeda, untuk ayam petelur pada umumnya tipe kandangnya berbentuk battery dan untuk ayam pedaging pada umumnya tipenya postal beralas litter.
Ketersediaan Sumber Dana
Keadaan ekonomi peternak sangat mempengaruhi model atau tipe kandang yang akan dibangun. Bagi peternak yang bermodal besar biasanya membangun kandang secara permanen dan bangunannya moderen. Berbeda dengan peternak yang mempunyai modal sedikit, mereka akan membangun kandang yang sederhana dan semurah mungkin.
Ketersediaan sumber dana atau biaya yang tersedia juga akan mempengaruhi tipe kandang yang akan dibangun.Karena masing-masing tipe kandang akan berbeda anggaran dana atau biaya yang dikeluarkan. Misalnya kandang tipe close hause (sistem tertutup) akan memerlukan anggaran biaya yang lebih besar apabila dibandingkan dengan tipe kandang open hause (sistem terbuka). Kandang tipe close hause (sistem tertutup) disamping semua dinding kandang harus dibuat tertutup rapat sehingga memerlukan dana yang cukup banyak, juga memerlukan fasilitas kandang yang nilai harganya tidak sedikit. Alat tersebut misalnya kipas mengisap debu atau amoniak didalam kandang dan lain-lain. Bahlan untuk kandang pembibitan (Breeder) kandang dilengkapi pengatur udara (AC).
Sedangkan apabila kandang yang dibangun dengan tipe open hause (sistem terbuka), maka anggaran atau dana yang dikeluarkan lebih murah. Karena peternak tidak harus membangun kandang dengan dinding tertutup rapat yang anggaran atau dananya cukup besar, akan tetapi peternak dapat mengatur sehingga anggaran atau dana yang dikeluarkan relatif kecil.
Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja juga akan mempengaruhi terhadap tipe kandang yang akan dibangun. Apakah tenaga kerja mudah untuk mendapatkannya pada saat akan merekrutnya ataukah tenaga kerja tersebut sulit untuk mendapatkannya. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka peternak akan dapat memperkirakan kira-kira tipe kandang sistem mana yang akan dipilih. Apakah tipe kandang sistem battry
atau tipe kandang sistem postal. Disamping itu untuk menekan biaya tenaga kerja beberapa perusahaan sudah menggunakan peralatan otomatis.
Menentukan lokasi kandang
Lokasi kandang ternak sangat menentukan keberhasilan usaha dalam bidang peternakan, walaupun faktor lainnya juga dapat mempengaruhi keberhasilan usaha tersebut. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi kandang, yaitu diantaranya: dekat dengan ketersedian bahan baku dan tenaga kerja, dekat dengan toko poultry shop, cukup jauh dari pemukiman penduduk, memenuhi segi ekonomi dan segi kesehatan ternak.
Ketersedian Bahan Baku dan Tenaga Kerja
Kandang ternak yang sebaiknya lokasi dekat dengan ketersediaan bahan baku. Bahan baku yang dimaksut disini adalah ketersedian bahan baku bangunan untuk membangun kandang, seperti ; batu bata, kayu, papan, besi, genting, asbes,seng, semen, dan lain sebagainya. Jangan membangun kandang yang lokasinya jauh dari sumber bahan baku untuk membangun kandang. Karena apabila letak lokasinya jauh akan memperbesar biaya yang akan dikeluarkan.Selain bahan baku bangunan tersebut diatas, bahan baku pakan dan sarana produksi lainnya.
Disamping harus dekat dengan ketersediaan bahan baku, juga harus dekat dengan tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja kandang tidak mungkin dapat dibangun. Lokasi kandang yang dibangun sebaiknya harus dekat dengan tenaga kerja. Tenaga kerja disini disamping untuk mengerjakan bangunan kandang, juga dipersiapkan untuk ikut dalam proses produksi atau pemeliharaan ternak.
Poultryshop
Lokasi kandang ayam yang dibangun alangkah baiknya dekat dengan toko poultry shop. Karena di toko ini semua keperluan sarana produksi dapat diperoleh. Misalnya ; bibit ayam, obat-obatan, pakan, peralatan kandang seperti tempat pakan dan tempat minum dan lain sebagainya. Apabila lokasi kandang dekat dengan toko poultry shop, maka akan mengurangi biaya dan waktu pada saat pengadaan bahan-bahan atau sarana produksi tersebut. Dengan demikian akan memperlancar didalam usaha. Bahkan bila dimungkinkan toko poultry tersebut dapat menampung produk yang telah dihasilkan oleh peternak dengan harga standar dipasar.
Jauh Dari Penduduk
Untuk menghindari dari protes warga atau penduduk, akibat pencemaran udara dan air yang ditimbulkan dari usaha ayam tersebut, maka lokasi kandang sebaiknya dipilih yang cukup jauh dengan pemukiman penduduk. Lokasi kandang yang jauh dari pemukiman penduduk disamping untuk menghindari protes warga atau penduduk, juga dapat mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit pada ayam yang disebabkan oleh aktifitas warga sekitar kandang.
Memenuhi Segi Ekonomi dan Segi Kesehatan
Lokasi kandang ayam yang dibangun paling tidak harus memenuhi segi ekonomi dan segi kesehatan. Segi ekonomi lokasi kandang dapat meningkatkan pendapatkan bagi masyarakat sekitar dan dapat meningkatkan pendapat bagi peternak sendiri. Sebagai contoh kandang yang dibagun dari segi ekonomi memerlukan biaya yang sedikit akan tetapi memiliki daya tahan yang lama, karena bangunannya kuat dan kokoh.
Dari segi kesehatan, lokasi kandang yang dibangun harus memenuhi persyaratan kesehatan bagi ternak ayam yang akan tinggal didalamnya. Disamping kesehatan bagi ternak, lokasi kandang tersebut tidak menyebabkan timbulnya gangguan atau bahkan menimbulkan terjadinya penyakit bagi peternak maupun bagi masyarakat disekitar lokasi kandang.
3. Menghitung Kebutuhan
Kebutuhan Luas Landang dan Peralatan Ayam Petelur
Untuk menghasilkan produksi yang optimal, selain dibutuhkan pakan yang berkualitas juga perlu luas atau tempat kandang dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan ternak yang dipelihara, seperti kepadatan kandang, kebutuhan luas tempat pakan, tempat minum dan sarang bertelur. Contoh tempat pakan dan minum tertera pada gambar 171.
Gambar 171. Tempat pakan dan minum dari pralon yang dibelah
Sumber: Gustindo Layer Farm
Luas Kandang
Pengaturan daya tampung kandang (density), dalam pemeliharaan ayam adalah sangat penting, karena untuk menjamin agar pertukaran udara didalam kandang dapat berjalan lancar. Dengan udara bersih dan sehat, maka pertumbuhan dan perkembangan ayam dapat tumbuh secara optimal. Adapun daya tampung kandang per ekor per meter persegi untuk masa grower dengan full litter adalah 1: 8-10 ekor. Kalau untuk Parent Stock full litter 1 meter persegi 6 -7 ekor.
Kebutuhan luas kandang per ekor per meter persegi untuk ayam DOC sampai umur 11 hari tertera pada tabel.....:
Tabel Kebutuhan luas kandang per ekor /m2
No Hari Ekor/M2 1 1 80 2 3 75 3 5 70 4 7 60 5 9 50 6 10 45 7 11 40
Tempat pakan dan tempat minum yang dipergunakan untuk pemeliharaan ternak ayam harus disesuaikan dengan jenis tempat pakan dan tempat minum yang dipergunakan dan keadaan umur ayam tersebut. Kebutuhan tempat pakan dan minum tertera pada tabel….
Tabel… Luas tempat pakan dan tempat minum (cm/ekor)
NO Jenis Umur 8 mg Umur 8 - 18 mg Pullet 1.
Long feeder
12
7
9 2.
Round feeder
5
3
3.
Long drinker
2,5
1,5
2 4.
Round drinker
2,5
1,5
2
Jarak antara feeder atau drinkers minimal 40 cm.
Sedangkan kebutuhan sarang bertelur yang dipersiapkan juga harus diperhatikan, apakah sarang tersebut dipersiapkan untuk individu atau untuk kelompok. Karena luasnya sarang akan berbeda antara sarang untuk individu dan untuk kelompok. Kebutuhan sangkar tertara pada tabel....
Tabel….Sarang tempat bertelur
NO Jenis Jumlah ayam 1.
Individual (ekor/sangkar)
7 2.
Kelompok (ekor/m2 )
70
Menghitung Kebutuhan dan Biaya Layer
Pemeliharaan ayam petelur di Indonesia sebagian besar menggunakan kandang batery. Contoh perhitungan bangunan dan peralatan ayam petelur untuk fase layer tertera pada tabel.... Data harga yang digunakan dikumpulkan disekitar Cianjur, harga mungkin berbeda untuk setiap daerah. Untuk kegiatan pemelajaran disarankan guru dan siswa mencari data harga disekitar lokasi sekolah masing-masing.
Tabel .. Kebutuhan Dan Biaya Layer 1.000 ekor
No Jenis Volume Satuan Harga satuan Biaya (Rp) 1.
Kandang
143
m2
100.000
14.300.000 2.
Tempat pakan
1.000
ekor
1.400
1.400.000 3.
Tempat minum
1.000
ekor
1.400
1.400.000 4.
Drum plastik
1
unit
100.000
100.000 5.
Semprotan gendong
1
unit
200.000
200.000 6.
Ember plastic
1
unit
5.000
10.000 7.
Timbangan
1
unit
200.000
200.000 8.
Sekop
1
unit
50.000
50.000 9.
Kereta dorong
1
unit
100.000
100.000 10.
Sumur air
1
Unit
2000000
2.000.000 11.
Pompa air
1
Unit
1.200.000
1.200.000
12.
Tower air
1
Unit
2.000.000
2.000.000 13.
Kelistrikan
1
Unit
750.000
750.000 14.
Jaringan air
1
unit
100.000
100.000 15.
Egg trays
50
unit
5.000
250.000 16.
Kandang battery
1.000
ekor
17.000
17.000.000 Total biaya 41.060.000
Kebutuhan Luas Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging
Luas
Kebutuhan luas kandang untuk pemeliharaan ayam pedaging (broiler) rata-rata sebanyak 10 ekor per meter persegi. Sedangkan luas kandang yang diperlukan berdasarkan kondisi daerahnya tertera pada Tabel....
Tabel. ..... Kebutuhan Luas Kandang Broiler
No Lokasi /daerah pemeliharaan Ekor/M2 Keterangan 1
Daerah dataran tinggi/pegunungan
11 -12
Tergantung umur panen 2
Daerah dataran rendah
8 - 9
Tergantung umur panen
Sedangkan untuk tempat pakan dan tempat minum sebaiknya dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat seperti bambu, peralon, plastik atau bahan lainnya, dan disesuaikan dengan umur ayam yang dipelihara. Kebutuhan tempat minum tertera pada tabel.....
Tabel.... Kebutuhan Tempat Minum Broiler
No Bentuk Tempat pakan Cm/ekor Keterangan 1
Luas tempat pakan
(bentuk bundar)
6,0
2
Luas tempat pakan
7,5
(bentuk memanjang)
Menghitung Kebutuhan dan Biaya
Agar dapat menghitung kebutuhan luas kandang dan peralatan yang diperlukan untuk pemeliharaan ayam pedaging. Terlebih dahulu harus mengerti berapa standar luas kandang yang diperlukan untuk ayam perekor, berapa standar keperluan tempat pakan dan tempat minum per ekornya serta berapa standar keperluan alat pemanas perluasan kandang dan per ekornya. Tabel perkiraan dan biaya ayam pedaging tertera pada tabel...... Harga peralatan yang digunakan dikumpulkan dari sekitar Cianjur, untuk daerah yang berbeda harga tersebut dapat bervariasi, disarankan siswa atau guru agar mengmpulkan data dari sekitar lokasi sekolah berada.
Tabel ..... Perkiraan kebutuhan dan Biaya untuk ayam pedaging 5.000 ekor
No Jenis Volume Satuan Harga satuan (Rp) Biaya (Rp) 1.
Kandang seluas
500
m2
100.000
50.000.000 2
Tempat pakan DOC
5
buah
15.000
75.000
3
Tempat pakan
140
buah
25.000
3.500.000
4
Tempat minum
140
buah
25.000
3.500.000
5
Alat pemanas
10
buah
800.000
8.000.000 6
Tabung
10
buah
700.000
7.000.000 7
Slang gas
10
buah
100.000
1.000.000 8
Drum plastik
1
unit
200.000
200.000 9
Hand sprayer
1
unit
4.00.000
4.00.000 10
Ember plastik
2
unit
5.000
10.000 11
Timbangan salter
1
unit
300.000
300.000 12
Sekop
1
unit
50.000
50.000 13
Kereta dorong
1
unit
1.00.000
1.00.000 14
Seng
10
m2
20.000
400.000 15
Sumur air
1
Unit
2000000
2.000.000 16
Pompa air
1
Unit
1.000.000
1.000.000 17
Tower air
1
Unit
1.000.000
1.000.000 18
Kelistrikan
1
Unit
750.000
750.000 19
Jaringan air
1
unit
200.000
200.000 Total 79.485.000
Seperti apa yang telah dijelaskan diatas bahwa rata-rata luas kandang per meter persegi sebanyak 10 ekor, tempat pakan (chick feeder plate / 100 DOC), litter/ alas kandang per karung sekam untuk 3 meter persegi, chick guard/ pagar pembatas, Alat pemanas yang berbentuk bundar dengan diameter 1,2 meter dapat dipergunakan untuk ayam dengan kapasitas antara 375 - 450 DOC, sedangkan berbentuk persegi dapat untuk kapasitas antara 450 - 525 DOC
Lembar Aplikasi Konsep
Pak Sardi akan memelihara ayam broiler sebanyak 1.000 ekor, karena pak Sardi baru pertama kali memelihara maka dia tidak atau belum mengerti tentang kebutuhannya. Oleh karena tolong dibantu untuk menghitung kebutuhan kandang dan peralatannya tersebut.
Lembar Pemecahan Masalah
Pak Marto adalah seorang peternak ayam pedaging. Kebutulan pada waktu memelihara ayam umur dibawah 2 minggu alat pemanasnya mengalami kerusakan, sehingga ayam terpaksa tidak diberi pemanas selama beberapa hari. Pertanyaannya kira-kira apa yang akan terjadi apabila ayam umur dibawah 2 minggu kurang pemanas tersebut jelaskan!
4. Lembar Pengayaan
Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini yang paling tepat dengan cara memberi silang. 1. Dalam membangun kandang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek teknis b. aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek teknis c. Aspek teknis, aspek sosial, aspek budaya dan lingkungan 2. Pada saat akan membangun kandang ayam untuk menentukan model atau tipe kandang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : a. Iklim, suhu, cuaca, kelembaban dan arah angin b. Iklim, suhu, cuaca, kelembaban , arah angin, lokasi kandang, konstruksi kandang dan ketersediaan sumber dana c. Iklim, tujuan produksi, umur ternak, jenis ternak dan ketersedian sumber dana 3. Untuk memelihara ayam pedaging yang berumur 2 minggu pertama sebaiknya per meter perseginya adalah: a. 50-60 ekor b. 40-50 ekor c. 20-30 ekor 4. Yang dimaksud dengan kandang sistem “cage” adalah : a. Kandang sistem batterai b. Kandang sistem terbuka c. Kandang sistem tertutup. 5. Yang termasuk tempat pakan ayam otomatis dari pernyataan dibawah ini adalah : a. round feeder b. tray feeder c. Chain feeder

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar